Kamis, 03 Januari 2013

Fiuh, liburan akhir semester ini sebagian liburan diisi dengan pemadatan materi di sekolah, pake ada tugas segala pula. But its okay. Jadi gini, gue beserta teman-teman gue dikasih tugas untuk membuat sebuah cerita drama yang mengandung ungkapan, majas, peribahasa, penggambaran tokoh, dan pokoknya unsur instrinsik novel. Nah, ini dia ceritanya.

“Buah Tangan Istimewa”

Suatu hari Agung berlibur ke Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Nafis yang mengetahui hal itu ia menelfon Agung untuk dibelikan kelengkeng dan Agung mengiyakannnya.
Nafis      : halo kawan, bagaimana liburanmu?
Agung   : wah. Lhek godek. Sejuk sekali udara disini, bisa betah aku disini
Nafis      : woo, memangnya kamu dimana?
Agung   : ini aku sedang di Bandungan nih, mau buah tangan khas Bandungan tidak?
Nafis      : wah, jos! Boleh tuh, kelengkeng kan pasti?
Agung   : iya dong, ya sudah nanti aku belikan. Sampai jumpa di sekolah ya
Nafis      : baik, aku tunggu

Esok harinya Hanif, Dewi, Agung dan Nafis berkumpul di kantin sekolah sambil menceritakan tentang libuaran mereka.
Hanif     : hai kawan, bagaiaman liburan kalian?
Dewi      : wuh, seru! Kalau kamu?
Hanif     : wah, aku sih A1 segondok!
Agung   : wuh, lebih seru liburanku dong
Nafis      : oh ya, mana buah tangan baut aku?
Agung   : tuh di kelas
Dewi      : buah tangan? Aku dan Hanif dibelikan juga tidak?
Agung   : nggak, kan kalian tidak bilang kalau ingin dibelikan juga

Tiba-tiba Hanif berpikiran jahat untuk menggelapkan buah tangan dari Agung untuk Nafis
Hanif     : huh, masa yang dibelikan hanya Nafis. Tapi.. wah lha ini, ini, ini, lheb ini. Aku ke kelas ah untuk menggelapkan buah tangan itu (pikirnya)

Kemudian Hanif pergi ke kelas dan mengajak Dewi untuk diadikan alibi dalam aksinya. Tak beberapa lama, Navis dan Agung kembali ke kelas untuk mengambil buah tangan untuk Nafis.
Nafis      : mana gung? Cepat mana buah tangannya?
Agung   : iya, ini sedang aku ambilkan dari tas (melihat isi tas dengan wajah sedikit panik) lho? Kok hilang, kemana kelengkengku?
Nafis      : yang benar? Jangan-jangan kamu bohong, dasar tong kosong nyaring bunyinya!
Agung   : serius, aku membawanya tadi, tetapu mengapa sekarang tidak ada? (dengan nada cukup keras)
Hanif     : wuelele, ada apa ini?
Agung   : ini kawan, buah tangan untuk Nafis hilang
Hanif     : gemebel, pasti ada yang panjang tangan
Agung   : mm.. Dewi! Pasti kamu yang mengambil buah tangan yang elok, lezat dan nikmatku itu!
Dewi      : apa? Mengapa kau mengkambing hitamkan aku? Aku hanya kertas putih yang suci yang tidak tahu apa-apa dalam hal ini
Nafis      : lalu siapa lagi kalua bukan kamu?
Hanif     : lha nggeh, saestu! Aku kan dari tadi di kantin
Dewi      : apaan? Perasaan tadi kamu mengajak aku untuk kembali ke kelas deh
Hanif     : oh iya, tetapi kan bukan aku yang mengambil
Dewi      : sebentar-sebentar, itu di bangku si Hanif kok ada kulit kelengkeng beserta aromanya? (menghampiri bangku Hanif sambil mengendus-ngendus)
Navis     : kawan, tak mungkin kan kau pelakunya> (melirik Hanif)
Hanif     : em em eee hehe
Agung   : wa lha ini harus dicek dulu ( menghampiri bangku Hanif dan membuka tas Hanif) astaganagabuahnagadibagidua! Ini aku temukan buah tangan yang
                  elok, nikmat seperti aku yang bertuliskan “ to Nafis”
Nafis      : oh kawanku, ternyata kau panjang tangan! Kau mengahncur leburkan pilar-pilar kepercayaanku padamu. Oh..  bagaikan petir-petir yang menyambar di
  siang bolong
Agung   : kau benar, bagai djarum-djarum yang menghujam jantungku
Dewi      : jah, ternyata lain di bibir lain dihati. Kamu bilang kamu tidak mengambilnya?
Navis     : jangan-jangan air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga
Hanif     : apa kau bilang? Jangan seenaknya ya! Tadi kan hanya iseng
Agung   : halah, kamu alas berjawab tepuk berbatas! Tadi kan kamu sudah aku traktir choki-choki satu lusin. Mengapa air susu dibalas dengan air tuba?

Akhirnya pelaku pencuri kelengkeng pun di temukan. Hanif sebagai pencuri kelengkeng tersebut, ia dilaporkan ke pihak yang berwajib atas perbuatan kejinya.

dsumap . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates