Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 27 Juni 2013
Rabu, 09 Januari 2013
SMA Negeri 13 Semarang
Hai, saya ingin berbagi tentang sekolah saya nih yaitu SMA Negeri 13 Semarang. Keren lho SMA Negeri 13 Semarang itu, karena nggak semua sekolah mempunyai lingkungan dan situasi kondisi seperti sekolah saya ini. Saya kasih penampakannya aja deh
Gerbang Sekolah
Tuh sudah terlihat kan kalau SMA Negeri 13 Semarang itu memang beda. Kalau yang lain biasanya di belakang gerbang ada gedung sekolah, kalau ini adanya pohon-pohon, dll. Lebih jelasnya coba kunjungi deh J
Itu diatas tadi gerbang barunya SMA Negeri 13 Semarang. Gerbang tersebut dibangun ketika saya kelas 11 (sekarang kelas 12). Sebelumnya, penampakannya begini
Saya suka lho foto-foto sama gerbang baru
Ini pose turun dari pagar karena mau kabur buat bolos sekolah. Norak ye? Ngeh
Terus ini yang sama teman-teman
Maskot Sekolah
Nah, ini dia yang menjadi ciri khas utama dari SMA Negeri 13 Semarang. Sekolah saya mempunyai sebuah maskot yaitu sebuah pohon. Pohon Joho atau yang sering disebut dengan “Mbah Joho” ini katanya di Jawa Tengah hanya ada di SMA Negeri 13 Semarang. Nih penampakannya
Gede kan pohonnya? Tapi tidak perlu takut kawan-kawan, tidak menakutkan kok. Biasanya anak-anak SMA Negeri 13 Semarang pada suka nongkrong disitu. Terutama anak-anak pecinta alam “SWAGAPA”
Ini pasti sedang nungguin pembina atau ngebrowsing destinasi gunung yang mau dikunjungi
Selain anak-anak pecinta alam yang suka nongkrong disana, banyak juga siswa-siwa SMA Negeri 13 Semarang yang nongkrong disana ketika istirahat maupun pulang sekolah. Biasanya mereka sambil ngerjain tugas kemudian foto-foto
Ini beberapa siswa gokil dan narsis SMA Negeri 13 Semarang
Oh ya, bosan dengan penampakan joho yang dari depan dan dari kejauhan? Saya kasih yang lain deh
Pohon joho dari bawah
Keren kan? Selain keindahan pemandangan alami yang disajikan oleh “Mbah Joho” ini, suasana disini enak banget. Adem. Makanya banyak siswa-siswa SMA Negeri 13 Semarang yang pada nongkrong bahkan foto-foto disitu, guru-guru juga.
Ini salah satu guru SMA Negeri 13 Semarang. Namaya Pak Hartono, dia guru Bahasa Inggris. Ganteng mampus!
Saya juga nggak ketinggalan buat foto bareng “Mbah Joho” lho
Mungkin kalian berpikir, buset gede banget pohonnya sampai-sampai bisa untuk ngumpet segala. Ya memang gede! Makanya kesini, terus foto-foto bareng deh XD *norak*
Ohya, “Mbah Joho” ini juga punya pot. Potnya bukan pot biasa, pada pot terdapat relief yang menceritakan tentang sejarah pohon joho, lebih tepatnya keadaan sekitar pohon joho sehingga sampai bisa dibangun sebuah sekolah. Mau tau ceritanya? Bisa baca ceritanya disini. Itu yang posting saya juga, saya admin utama blog tersebut.
Ini salah satu penampakan relief pot pohon joho, mau melihat selengkapnya? Mampir dong
Yang namanya sekolah pasti ada tembok pembatasnya, dan salah satunya terdapat di belakang pohon joho. Selain menjadi tembok pembatas, tembok tersebut sekaligus menjadi background dari pohon joho tersebut.
Ini yang ngedesain guru seni rupa SMA Negeri 13 Semarang sendiri lho.
Di sekitar pohon joho juga “hijau” banyak rumput yang bisa buat tiduran disana. Hehe. Kawasan tersebut disebut dengan “Kawasan Pengurangan Emisi CO2.
Wah, SMA Negeri 13 Semarang ikut turun tangan mengurangi dampak Global Warming dong.
Tidak hanya pohon joho yang dapat kita lihat keindahannya, tetapi lingkungan sekitarnya. Ketika kalian nongkrong disini, kalian bakalan lihat
Yep, ada gedung skolah.
Ini saya foto dari atas pot pohon joho
Pohon joho ini juga pernah diperkenalkan ke depan umum dengan cara membuat replikanya dalam bentuk Mading 3D pada waktu lomba di UNIKA Soengiyapranata. Bisa dilihat di postingan saya sebelumnya disini.
Gedung Sekolah dan “isinya”
Yang namaya sekolah, pasti punya gedung. Sama seperti gedung-gedung sekolah lainnya, ada kelas, ruang guru, ruang tata usaha, ruang BK, laboratorium, gudang, toilet, masjid, dll.
Ini ruang guru, sedang mau rapat sepertinya. Haha
[belum ada gambar]
ruang BK
ruang BK
Ini ruang BK. Saya paling demen kesini buat ngadem sambil pura-pura cari brosur pendaftaran perguruan tinggi gitu. Hehe
Ini salah satu gedung, disitu ada ruang kelas 12 IPA dan laboratorium fisika dan bahasa. Gambar kiri tampak depan, gambar kanan tampak belakang.
Ini koridor kelas 11 IPA. Kiri tampak depan, kanan tampak belakang.
[pic] dalam kelas
Nah, ini salah satu kelas di SMA Negeri 13 Semarang. Seperti biasa, kelas terdiri meja dan bangku siswa-guru, papan tulis, proyektor+remote, LCD, tempat sampah dan peralatan lainnya. Masing-masing kelas juga mempunyai Majalah Dinding hasil kreativitas siswa kelas masing-masing lho.
Selain mading, ada beberapa barang kelas yang dibuat oleh siswa masing-masing
[pic] tempatsampah
Nih tempat sampah kering yang dibuat dari botol bekas. Kreatif bukan?
Oh ya, di SMA Negeri 13 Semarang terdapat begitu banyak tempat sampah. Tiap kelas paling tidak mempunyai 4, tapi biasanya 5 tempat sampah. Bahkan ada yang 6 seperti kelas saya. Didalam kelas 3, diluar kelas 3. Jadi, kalau kalian berjalan di koridor kelas, kalian akan “dikit-dikit ketemu tempat sampah” seperti ini
Yang warna merah untuk sampah limbah, hijau sampah organik dan kuning sampah anorganik.
Terus ini yang di dalam kelas
[pic]
Wow, sekolahku penuh dengan tempat sampah. Bahkan di dalam toilet pun juga ada. Kalau begini, masihkah kita akan membuang sampah di sembarang tempat jika disekitar kita terdapat tempat sampah?
Pertama, sampah-sampah dikumpulkan
Kemudian diolah tempat ini. Sebagian sampah diolah menjadi pupuk.
Sebagian sampah juga dibuat menjadi barang-barang daur ulang yang menarik seperti
[pic] karya daur ulang
Selain itu, sampah-sampah tersebut bisa dibuat untuk bahan media lomba. Lomba mading misalnya
Nggak cuman OB atau Pak Bon aja yang suka bersih-bersih lingkungan sekolah, siswa-siswa siswi SMA Negeri 13 Semarang pun juga demen buat bersih-bersih lingkungan sekolah. Nih
Dan nggak cuman di lingkungan sekolah aja, di lingkungan masyarakat pun demikian
Rajin-rajin kan mereka? Sampai-sampai ada yang measuk ke dalam selokan pula
Selain mereka suka bersih-bersih, mereka juga suka olah raga lho, makanya mereka selalu sehat
Masjid Al-Huda
Ini bentuk perspektifnya Masjid SMA Negeri 13 Semarang
Ini kegiatan rohani di masjid. Sholat Jumat.
Nah, ini green house SMA Negeri 13 Semarang. Anak-anak KIR demen kesini nih
Ini toilet. Tepatnya toilet cewek. Toilet disini, nggak perlu khawatir bau atau jorok. Dijamin, bersih dan wangi karena dikasih kapur barus.
Mehehe, nggak gitu juga sih, tetapi hampir setiap waktu toilet selalu dibersihkan sehingga kebersihan toilet selalu terjaga.
[pic]perpus
Haaa ini perpustakaan SMA Negeri 13 Semarang. Kalian bisa bisa pinjem buku gratis. Yaiyalah
Selain pinjem buku, kalian juga bisa baca buku disini. Dalam membaca, kalian tidak harus menngunakan buku atau koran, tetapi kalian dapat menggunakan komputer yang sudah tersambung ke internet. Jadi kalian bisa browsing-browsing artikel gitu. Yahuud.
[pic] UKS
Nah, ini tempat yang paling saya demen. UKS. Yep, UKS. Berasa dikamar sendiri. Ada kasur, bantal, AC, wangi pula. Yang pasti juga ada P3K dong.
[pic] laboratorium
Untuk laboratorium belum bisa ambil gambarnya karena takut kalau ketahuan membawa ponsel kemudian disita. Soalnya, kebetulan di SMA Negeri 13 Semarang memiliki larangan untuk membawa ponsel di lingkungan sekolah. Tetapi saya tetap membawa sih setiap hari. Hehe , jangan bilang-bilang ya! Nanti ketahuan disita deh. Kasihani saya L
Lapangan Sekolah
Namanya sekolah pasti mempunyai lapangan entah itu besar atau kecil ukurannya. Fungsinya pun juga bermacam-macam, paling utama sih upacara bendera sama olah raga. Yaiyalah. Di sekolah saya ada dua macam lapangan, yaitu lapangan paving dan lapangan rumput (itu menurut saya sih).
Ini lapangan paving buat upacara sama olah raga
Maaf nih nggak bisa menunjukkan keseluruhannya. Mau lebih jelasnya mampir aja J
Yep,itu beberapa bagian dari SMA Negeri 13 Semarang. Paling tidak kalian tahu lah bagaimana SMA negeri 13 Semarang itu dan bagaimana siswa-siswinya. Yang pasti siswa-siswi SMA Negeri 13 Semarang paling exited kalau ada pihak luar (sponsor misalnya) yang mengadakan sebuah acara di SMA Negeri 13 Semarang. Dan yang terakhir kemarin itu dari Hai Magazine dan Honda Beat. Mungkin sambutan kami untuk mengisi acara masih kurang maksimal. Namun ini beralasan karena acaranya tuh bertepatan UTS selesai. Jadi kami kurang mempersiapkan acara tersebut karena disamping itu kami harus berkonsentrasi dengan Ulangan Tengah Semester kami. Kami mengucapkan terimakasih karena sudah mampir dan semoga akan ada lagi tamu-tamu yang mampir, mangadakan sebuah acara, atau bekerjasama bersama kami untuk mengadakan sebuah acara di sekolah kami. Terimakasih J
NB : thanks a lot for my partners yang meluangkan waktu untuk mengambil gambar dari sekolah kita tercinta. Thanks juga untuk Pak Zul yang mengoleksi begitu banyak foto tentang SMA Negeri 13 Semarang, saya mohon izin sedot foto-fotonya untuk di pajang disini ya Pak yaa J
Kamis, 03 Januari 2013
[DRAMA] Buah Tangan Istimewa
Fiuh, liburan akhir semester ini sebagian
liburan diisi dengan pemadatan materi di sekolah, pake ada tugas segala pula.
But its okay. Jadi gini, gue beserta teman-teman gue dikasih tugas untuk
membuat sebuah cerita drama yang mengandung ungkapan, majas, peribahasa,
penggambaran tokoh, dan pokoknya unsur instrinsik novel. Nah, ini dia
ceritanya.
“Buah
Tangan Istimewa”
Suatu hari Agung berlibur ke Bandungan,
Semarang, Jawa Tengah. Nafis yang mengetahui hal itu ia menelfon Agung
untuk dibelikan kelengkeng dan Agung mengiyakannnya.
Nafis :
halo kawan, bagaimana liburanmu?
Agung :
wah. Lhek godek. Sejuk sekali udara disini, bisa betah aku disini
Nafis :
woo, memangnya kamu dimana?
Agung :
ini aku sedang di Bandungan nih, mau buah tangan khas Bandungan tidak?
Nafis :
wah, jos! Boleh tuh, kelengkeng kan pasti?
Agung :
iya dong, ya sudah nanti aku belikan. Sampai jumpa di sekolah ya
Nafis :
baik, aku tunggu
Esok harinya Hanif, Dewi, Agung dan Nafis berkumpul
di kantin sekolah sambil menceritakan tentang libuaran mereka.
Hanif :
hai kawan, bagaiaman liburan kalian?
Dewi :
wuh, seru! Kalau kamu?
Hanif :
wah, aku sih A1 segondok!
Agung :
wuh, lebih seru liburanku dong
Nafis :
oh ya, mana buah tangan baut aku?
Agung :
tuh di kelas
Dewi :
buah tangan? Aku dan Hanif dibelikan juga tidak?
Agung :
nggak, kan kalian tidak bilang kalau ingin dibelikan juga
Tiba-tiba Hanif berpikiran jahat untuk
menggelapkan buah tangan dari Agung untuk Nafis
Hanif :
huh, masa yang dibelikan hanya Nafis. Tapi.. wah lha ini, ini, ini, lheb ini.
Aku ke kelas ah untuk menggelapkan buah tangan itu (pikirnya)
Kemudian Hanif pergi ke kelas dan mengajak
Dewi untuk diadikan alibi dalam aksinya. Tak beberapa lama, Navis dan Agung
kembali ke kelas untuk mengambil buah tangan untuk Nafis.
Nafis :
mana gung? Cepat mana buah tangannya?
Agung :
iya, ini sedang aku ambilkan dari tas (melihat isi tas dengan wajah sedikit
panik) lho? Kok hilang, kemana kelengkengku?
Nafis :
yang benar? Jangan-jangan kamu bohong, dasar tong kosong nyaring bunyinya!
Agung :
serius, aku membawanya tadi, tetapu mengapa sekarang tidak ada? (dengan nada
cukup keras)
Hanif :
wuelele, ada apa ini?
Agung :
ini kawan, buah tangan untuk Nafis hilang
Hanif :
gemebel, pasti ada yang panjang tangan
Agung :
mm.. Dewi! Pasti kamu yang mengambil buah tangan yang elok, lezat dan
nikmatku itu!
Dewi :
apa? Mengapa kau mengkambing hitamkan aku? Aku hanya kertas putih
yang suci yang tidak tahu apa-apa dalam hal ini
Nafis :
lalu siapa lagi kalua bukan kamu?
Hanif :
lha nggeh, saestu! Aku kan dari tadi di kantin
Dewi :
apaan? Perasaan tadi kamu mengajak aku untuk kembali ke kelas deh
Hanif :
oh iya, tetapi kan bukan aku yang mengambil
Dewi :
sebentar-sebentar, itu di bangku si Hanif kok ada kulit kelengkeng beserta
aromanya? (menghampiri bangku Hanif sambil mengendus-ngendus)
Navis :
kawan, tak mungkin kan kau pelakunya> (melirik Hanif)
Hanif :
em em eee hehe
Agung :
wa lha ini harus dicek dulu ( menghampiri bangku Hanif dan membuka tas Hanif)
astaganagabuahnagadibagidua! Ini aku temukan buah tangan yang
elok, nikmat seperti aku yang bertuliskan “
to Nafis”
Nafis :
oh kawanku, ternyata kau panjang tangan! Kau mengahncur leburkan
pilar-pilar kepercayaanku padamu. Oh.. bagaikan petir-petir yang menyambar di
siang bolong
Agung :
kau benar, bagai djarum-djarum yang menghujam jantungku
Dewi :
jah, ternyata lain di bibir lain dihati. Kamu bilang kamu tidak
mengambilnya?
Navis :
jangan-jangan air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga
Hanif :
apa kau bilang? Jangan seenaknya ya! Tadi kan hanya iseng
Agung :
halah, kamu alas berjawab tepuk berbatas! Tadi kan kamu sudah aku
traktir choki-choki satu lusin. Mengapa air susu dibalas dengan air tuba?
Akhirnya pelaku pencuri kelengkeng pun di
temukan. Hanif sebagai pencuri kelengkeng tersebut, ia dilaporkan ke pihak yang
berwajib atas perbuatan kejinya.
Selasa, 11 Desember 2012
Kamis, 22 November 2012
Wah.. Pinter Dong
Gue
memang bukan orang yang pintar, cerdas bahkan jenius. Karena suatu keadaan yang membuat gue berubah
menjadi turun prestasi dalam nilai dan membuat gue harus melanjutkan pendidikan
menengah atas gue di sebuah sekolah yang biasa aja. Tetapi dengan terjadinya
ini, gue menjadi merasakan semua apa rasanya sekolah di sekolah favorit dan
sekolah yang biasa aja. Rasanya berbeda. Tetapi, inilah akibat yang gue
perbuat.
Rasanya
sekolah di sebuah sekolah yang biasa aja, terkadang membuat pesimis jika
bergaul dengan teman-teman yang sekolah di sekolah favorit, tetapi ada
keberuntungan di nama sekolah gue untuk bahan ngeles. Gue sekolah di SMA 13. Di
kota gue sekolah favoritnya itu SMA 1 dan SMA 3.
“ah,
terkadang gue malu kalo ke mall pake seragam sekolah. Ketemu anak-anak SMA
favorit jadi gimana gitu” keluh temen gue
“ngapain
malu? Kita paling hebat kali. SMA 13 itu levelnya gabungan antara SMA 1 dan SMA
3. So, level sekolah kita lebih tinggi dibanding mereka. Kita lebih favorit dan
sekolah kita sudah pantas menjadi Sekolah Bertaraf Internasional!” ngeles gue
goblok
Terus
misalnya pulang lebih awal alias balik gasik.
“yee...
pulang gasik.. ayo ngemall!” ajak gue
“ah,
malu ah nggak bawa jaket. Bagde lokasinya keliatan” tolak temen gue
“hayah..
tinggal tutup angka satunya atau tiganya biar keliatan anak SMA 1 atau 3 gitu
pake label” suruh gue
“nah,
bagde logonya?”
“didedel
dulu sini” *ambil pisau*
K
Awal
gue SMA berangkat dan pulang sekolah gue diantar jemput oleh Mama. Suatu hari
di hari Rabu sehabis gue ekstrakulikuler Web and Design gue pulang sekolah
dengan di jemput Mama. Tidak seperti biasanya, sebelum pulang ke rumah gue
diajak Mama untuk membeli koran di daerah Ngaliyan.
Sampailah
gue ditempat penjual koran. Ternyata eh ternyata tukang koran tersebut udah
akrab banget sama nyokap. Kayaknya ini langganannya nyokap. Mentang-mentang
udah akrab sama si Emak, gue ditanyain dengan nada sok akrabnya.
“eh..
sekolah dimana dek?” tanyanya sambil senyum-senyum
“di
SMA 13” jawab gue sambil senyum-senyum juga
“apa?
SMA 3? Wah.. pinter dong” jawabnya sambil senyum juga
Gue
diem, gue bengong. Kenapa jadi SMA 3? Keren gila gue sekolah di sana. Gue cuma
membalasnya dengan tawa kecil gue. Gue langsung balik badan agar Bagde lokasi
sekolah gue nggak keliatan dan menggulung dasi gue. Biar nggak ketahuan.
Herannya, Nyokap nggak membenarkan apa yang didengar sang penjual koran
tersebut malah cuek sibuk liat-liat majalah. Entah nggak denger, atau pura-pura
nggak denger? Ya sudahlah, paling tidak gue jadi terlihat keren di mata tukang
koran langganan Mama. Cihuy.
Itu Punya Siapa?
Kalo udah kelas 12 nih, pasti anak-anak pada tobat. Terutama
yang beragama Islam seperti gue, anak-anak yang biasanya kalo istirahat oada
pergi ke kantin sekarang jadi pergi ke mushola atau masjid sekolah. Termasuk
gue, jujur aja gue kalo ibadah terkadang suka bolong. Apalagi shalat dhuhur,
pasti alasannya kalo nggak males karena capek pulang sekolah, pasti langsung
cabut main ketika pulang sekolah.
Jadi di kelas 12 ini gue mau melengkapi shalat gue yang
terkadang suka bolong dan gue sering menyebutnya dengan ‘tobat’. Lhah? Kok tobat? Emangnya nggak pernah shalat
sama sekali ya? ya nggak gitu.. tampang dan perilaku gue memang tidak
mencerminkan orang alim, melainkan kalo teman-teman gue bilang itu ‘gila’.
Kelakuan ‘gila’ gue disini bukanlah kelakuan gue yang suka
lari-lari di koridor kelas cuman pake celana dalem, melainkan kelakuan gue
semena-mena seperti tiba-tiba gue nyanyi sambil goyang-goyang sendiri, sit up
comedy (stand up comedy sambil duduk), dan terkadang ketawa-ketawa sendiri.
Wow, ini mah gangguan jiwa beneran.
Nah, suatu hari ketika gue kelas 12, gue ngajakin temen gue
Dyah buat shalat dhuhur di sekolah pada waktu istirahat kedua. Karena masih
awal-awal dan nggak terbiasa shalat di sekolah bahkan dirumah terkadang masih
sama-sama bolong, maka kami berdua hanya cengangas-cengenges dan berkata
“serius nih mau shalat?” dan inilah
percakapan diatara kami berdua.
“kak, ayo shalat!” ajak gue
“hehehe, beneran?”
“ya beneran! Kelas 12 waktunya tobat”
“wah, mentang-mentang kelas 12 langsung alim nih”
“hahaha, udah PD aja”
“lo bawa mukenah nggak?”
“nggak, tas gue udah penuh haha”
“jaelah, gue bawa mukenah nih.. katanya suruh bawa mukenah”
“udah.. pinjem di mushola aja”
Akhirnya kami berdua pun pergi ke mushola dengan PDnya
sambil cengangas-cengenges dan tampang penuh dosa.
“eh, perasaan tadi lo bawa mukenah sendiri dari rumah deh”
“halah, aku juga pinjem mushola aja ah”
“lho, gimana sih?” gue bingung
Sesampainya di sekolah perbuatan dosa gue mulai muncul
“wah, mau pinjem mukenah penuh banget begitu. Pasti entar dapetnya yang
jelek nih” keluh Dyah
“nggak dari tadi sih kesininya”
Tak lama kemudian gue muncul ide jahat. (heran, di mushola
aja masih ada setan yang ngeganggu)
“ah, aku punya ide kak”
“apaan?”
“kamu tau mukenah yang di depan situ? Paling mukenah itu
hasil pinjem sekolah. Keliatan kusut begitu”
“lha terus?”
“ya kita ambil aja.. kita aku-akuin kalo itu mukenah kita
hasil ambil di lemari mushola”
“kalo ketahuan gimana?”
“ya kita pindah posisi biar nggak ketahuan”
“ah, aku takut ah kak”
“halah, nggak apa, nggak bakal ketahuan”
“ yaudah” jawab Dyah nurut
Kami berdua pun langsung mengambil mukenah yang dituju,
memindahkannya dan mengambil air wudhu. Setelah wudhu kami langsung memakai
mukenah hasil sabotase sambil cengangas cengenges. Tiba-tiba ada adek kelas
nyamperin gue.
“mbak, itu mukenahnya siapa?”
“lhah, punya mushola kan?” jawab gue sambil melirik Dyah
“mukenahku hilang, aku bawa mukenah dari rumah dan mukenahnya sama kayak gini”
“amnesia kali kamu dek. Mungkin tadi dari rumah kamu itu
bawanya sarung. Hahaha” jawab gue cengengesan
“ah, ini mukenahku mbak”
“ah, sukanya ngaku-ngaku deh. Orang ini aku ambil dari
lemari mushola kok”
“masa sih? Coba lihat mukenahnya sini”
“eit, ya nggak bisa dong” tolak gue
“coba di balik mukenahnya, ada namaku nggak?” pinta dia
ngeyel
“ngeyel aja nih”
Gue pun membalik mukenah yang gue pake dan mencari sebuah
nama. Gue diem, gue bengong. Ada sebuah nama “SITI”. Gue melirik name tag adik kelas tersebut. Gue baca “SITI”. Kampret! Ini mukenah bawa dari
rumah ya? kenapa lucek banget begini? Gue kira dari mushola! Kampret super
duper dobel kampret! Gue cengengesan. Melirik ke Dyah yang juga ketawa. Gue
mulai lepas bagian bawah mukenah, lalu atas mukenah, dan kabur meninggalkan
Dyah. Gue langsung nyokor aja tanpa memakai kaos kaki dan sepatu.
Dan semenjak itu, setiap gue shalat di mushola gue selalu
membawa mukenah sendiri.
Senin, 08 Oktober 2012
[BIOLOGI] Penyakit Sistem Pernapasan
yang mau slidenya tentang Penyakit Sistem Pernapasan pada Manusia bisa klik disini
Langganan:
Postingan (Atom)





























